SEPATU CERUTU (SDN PAKISAN 1 CERDAS UNTUK BERTUMBUH)
Berdasarkan hasil studi Lant Pritchett (Profesor Ekonomi Pembangunan) dari Harvard University, pendidikan di Indonesia tertinggal 128 tahun dari negara maju. Sistem pendidikan yang administratif dan berorientasi kepatuhan, proses belajar masih menekankan pada hafalan dan penyelesaian silabus bukan pada pengembangan nalar dan pemahaman. Guru hanya terdorong untuk penyelesaian target kurikulum bukan benar-benar memastikan murid menguasai materi. Akibatnya banyak murid yang naik kelas tanpa literasi dan numerasi dasar yang memadai. Skor Literasi membaca Indonesia hanya 359.Angka ini masih berada di bawah rata-rata OECD yang berada di kisaran 487. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan di mana kemampuan awal anak-anak jauh tertinggal dengan kurikulum yang selalu berganti-ganti. sementara di sisi lain guru dikejar target menuntastan materi. Point pembelajaran yang seharusnya mampu meningkatkan pemahaman murid atas apa yang dipelajari bergeser seolah-olah yang penting materi tuntas diberikan pada murid. Kondisi inilah yang juga terjadi di lingkungan SDN Pakisan 1. Berdasarkan hasil mutu raport pendidikan Indonesia kemampuan literasi murid di SDN Pakisan 1 terkategori baik yaitu peserta didik yang sudah sudah mencapai kompetensi minimum berada di angka persentase 83,33 %. Hal ini dapat daiartikan bahwa sebagian besar murid telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca. Namun kemampuan literasi membaca SDN Pakisan 1 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sekitar 3,34 %. Pada tahun 2024 persentase literasi berada diangka 86,67% turun menjadi persentase 83,33 % di tahun 2025. Numerasi adalah kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. Kemampuan numerasi SDN Pakisan 1 terkategorikan sedang (66,67% peserta didik sudah mencapai kompetensi minimum) artinya 40% - 70% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi. Namun perlu upaya lebih banyak lagi untuk mendorong murid dalam mencapai kompetensi minimum. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya kemampuan numerasi ini juga mengalami penurunan di angka 10 % yaitu dari 76,67% pada tahun 2024 turun menjadi 66, 67 % di tahun 2025. Berdasarkan kondisi inilah maka sekolah berusaha meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dengan program "SEPATU CERUTU" yang artinya "SDN Pakisan Satu Cerdas untu Bertumbuh". Sepatu Cerutu memiliki makna filosofis murid SDN Pakisan 1 melangkah dengan literasi, menghitung dengan nalar, dan bertumbuh dengan percaya diri.” Ada 2 kegiatan inti yang menjadi dasar dari prgram Sepatu Cerutu ini yaitu Gemati dan Kali Jawa. Gemati (Gemar membaca dan mengartikanI adalah program membaca Juz'Amma beserta artinya yang dilakukan setiap hari sebelum pembelajaran di mulai sekitar 10-15 menit. Tujuan gemati selain murid membaca Ayat Al-Qur'an, murid juga diajak untuk memahami maknanya dengan cara membaca arti dari ayat yang dibacakan. Dengan demikian kemampuan literasi murid akan meningkat. Di samping itu pemahaman dan wawasan kehidupa religi mereka akan bertambah. Kegiatan Gemati ini banyak sekali membawa manfaat / dampak positif. Kali jawa (Perkalian Menjadi Jawaban) adalah sebuah metode yang memudahkan untuk mengenakan proses mengerjakan pembagian bersusun sistem porogapit dengan memanfaatkan tabel perkalian. Program ini diprakarsai Bapak Wahyu dan mulai diterapkan dikelas 6 untuk selanjutnya akan diimbaskan pada kelas-kelas yang lain. Dengan Program Kali Jawa ini murid-murid sangat terbantu dalam pemecahan masalah dalam mata pelajaran matematika terutama mengenai perkalian dan pembagian dengan angka yang jumlahnya besar. Dengan demikian kemampuan numerasi murid di SDN Pakisan 1 menjadi meningkat. Hal ini terbukti setelah beberapa bulan diterapkan alhasil murid-murid mulai bisa mengerjakan soal perkalian dan pembagian dengan lebih mudah lagi.
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar